Nasi goreng dianggap sebagai hidangan nasional Indonesia. Hidangan nasional Indonesia tidak mengenal sosial. Hal ini dapat dinikmati dalam manifestasi yang paling sederhana dari sebuah piring di sebuah warung pinggir jalan, di gerobak jalan nasi goreng malam hari, dimakan di restoran, atau di meja prasmanan pesta makan malam. Pada tahun 2011 sebuah jajak pendapat online oleh 35.000 orang yang di lakukan oleh CNN International memilih Nasi Goreng sebagai makanan nomor dua dari daftar ’50 Makanan Paling Enak Dunia’ setelah rendang.
Nasi goreng jika di lacak asal-usulnya dari nasi goreng Cina, namun tidak jelas kapan Indonesia mulai mengadopsi nasi goreng Cina dan membuat versi nasgor sendiri. Pengaruh Cina pada masakan Indonesia dapat dilihat pada nasi goreng dan mie goreng dan muncul bersamaan dengan pengenalan teknik aduk goreng yang diperlukan penggunaan wajan Cina. Perdagangan antara Cina dan kepulauan Indonesia berkembang sejak era Sriwijaya sekitar abad ke-10 dan diintensifkan di era Majapahit sekitar abad ke-15. Pada saat itu para imigran Cina mulai untuk tetap di Nusantara, membawa bersama mereka budaya mereka dan masakan. Orang Cina biasanya memilih yang baru dimasak atau nasgor masih hangat, dan dalam budaya mereka itu dianggap tabu untuk membuang bahan makanan. Sebelumnya, di Indonesia mungkin hanya mengeringkan nasi sisa untuk membuat intip atau rengginang (kerupuk nasi), beras kering juga bisa untuk membuat tepung beras. Perbedaan utama dari nasi goreng bahasa Indonesia dibandingkan dengan Cina dan lainnya di Asia terutama penerapan kecap manis, dan selera pedas yang sangat kuet. Nasi goreng Indonesia sering termasuk krupuk dan bawang goreng (goreng bawang) untuk memberikan tekstur yang renyah. Nasgor adalah bagian dari menu makan malam untuk kunjungan kenegaraan Barack Obama ke Indonesia pada 2010, di mana Ia memuji sangat lezat, di makan bersama dengan bakso (bakso sup) dan emping (melinjo).
No comments:
Post a Comment